Sdikabubu.sch.id - Para guru yang tengah mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) regular maupun Non Reguler tengah bersiap menjalani seleksi substansi. Sebelumnya, para guru yang lolos mengikuti seleksi administrasi. Lalu ditetapkanlah sejumlah guru yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi substansi.
Pada seleksi substansi, menggunakan instrumen yang berjumlah 70 butir soal. Durasi pelaksanaan seleksi substansi selama 120 (seratus dua puluh) menit tanpa jeda waktu istirahat. Dalam seleksi substansi, terdapat 2 jenis soal yaitu soal PGS (Pilihan Ganda Sederhana) dan PGK (Pilihan Ganda Kompleks).
Untuk soal PGS, masing-masing peserta diberikan soal dan pilihan jawaban sebanyak 4-5 pilihan, dan peserta dapat memilih satu jawaban yang dianggap benar. Jenis soal berikutnya adalah PGK (pilihan ganda kompleks). Di jenis soal ini, peserta diberikan sebuah bahan bacaan untuk dicermati. Kemudian di bawahnya terdapat 4 pernyataan yang berhubungan dengan bacaan tersebut, di masing-masing pernyataan peserta diminta untuk menentukan apakah pernyataan tersebut sesuai dengan pilihan PGK-nya (Ya-Tidak, Fakta-Opini, Sesuai-Tidak Sesuai).
Kompetensi yang diukur dalam seleksi substansi ini mencakup: kepribadian, sosial, dan profesional. Salah satu bentuk instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda berbasis kasus kontekstual yang menggambarkan situasi nyata di sekolah.
Artikel ini
akan membahas contoh
soal seleksi substansi yang dirancang untuk menguji kemampuan calon
kepala sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan manajerial, pedagogis, dan
etika kepemimpinan.
Contoh Soal
Seleksi Substansi BCKS 2025
Berikut adalah contoh soal seleksi substansi lengkap kunci jawaban, hanya sebagai bahan referensi saja.
Soal 1 : Kompetensi Profesional
Kasus: SD
Arjuna terletak di lokasi yang strategis, sehingga mudah dijangkau oleh
masyarakat. Sekolah ini dipimpin oleh Pak Ali yang baru 2 bulan diangkat.
Beliau
dikenal sebagai orang yang kreatif dan mampu mengembangkan kewirausahaan
sekolah. Semua guru berkualifikasi sarjana dan ada 2 orang guru yang telah
mengikuti lomba guru berprestasi tingkat provinsi.
Sekolah
memiliki kantin dan sebidang tanah yang ditanami sayuran serta buah-buahan yang
menjadi salah satu sumber dana bagi kesejahteraan sekolah.
SD Arjuna
memiliki berbagai sarana belajar namun jumlahnya masih kurang, tidak sebanding
dengan jumlah siswa.
Alat-alat
laboratorium IPA banyak yang rusak, hanya beberapa yang bisa digunakan.
Siswa-siswa sering berebut alat peraga karena jumlahnya terbatas.
Demikian
juga dengan peralatan olahraga, banyak yang rusak sehingga sering kali
pembelajaran PJOK hanya lari dan senam.
SD Arjuna
berdekatan dengan SD Bima yang memiliki sarana pembelajaran lengkap dengan
jumlah memadai.
Kunci
Jawaban: C
Soal 2 : Kompetensi Sosial
Kasus: Sama
seperti soal di atas.
Pertanyaan:
Dalam rangka membangun hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar,
tindakan tepat yang dapat dilakukan kepala SD Arjuna adalah:
Kunci
Jawaban: B
Soal 3 –
Kompetensi Kepribadian
Kasus: Pak
Budi adalah guru senior di SD Nusantara. Ia dikenal sangat disiplin dan
memiliki komitmen tinggi. Namun, beberapa guru muda merasa Pak Budi terlalu
keras dan kurang fleksibel. Suatu saat, terjadi konflik karena Pak Budi menegur
guru muda yang datang terlambat secara langsung di depan siswa.
Kunci
Jawaban: B
Soal 4 –
Kompetensi Profesional
Kasus:
Kepala Sekolah SD Harapan Bangsa berencana mengembangkan program literasi
sekolah. Namun, sebagian guru merasa program tersebut hanya menambah beban
kerja tanpa hasil nyata.
Kunci
Jawaban: C
Soal 5 : Kompetensi Sosial
Kasus: SD
Mandiri memiliki siswa dari berbagai latar belakang budaya. Dalam kegiatan Hari
Kartini, terjadi perbedaan pendapat antar orang tua tentang pakaian adat yang
harus dikenakan.
Pertanyaan:
Sebagai kepala sekolah, apa tindakan yang paling bijak untuk meredakan
ketegangan?
Kunci
Jawaban: C
Soal 6 : Kompetensi Kepribadian
Kasus: Pak
Dani, kepala sekolah baru, mendapati bahwa beberapa guru senior tidak hadir
rapat tanpa alasan yang jelas. Namun, para guru muda hadir tepat waktu.
Kunci
Jawaban: B
Soal 7 : Kompetensi
Profesional
Kasus: Di SD
Cendekia, sebagian besar guru belum menguasai teknologi pembelajaran digital.
Namun, sekolah sudah dilengkapi dengan perangkat TIK modern.
Pertanyaan:
Langkah strategis apa yang seharusnya diambil kepala sekolah untuk meningkatkan
kompetensi guru?
Kunci
Jawaban: A
Soal 8 : Kompetensi Sosial
Kasus: SD
Sejahtera ingin mengembangkan kemitraan dengan dunia usaha setempat untuk
mendukung kegiatan ekstrakurikuler.
Pertanyaan:
Apa langkah awal yang tepat dilakukan kepala sekolah?
Kunci
Jawaban: B
Soal 9 : Kompetensi Kepribadian
Kasus:
Seorang kepala sekolah diketahui oleh guru-guru memiliki favoritisme kepada
beberapa guru tertentu. Hal ini menimbulkan rasa tidak adil di kalangan guru
lain.
Pertanyaan:
Sikap kepribadian apa yang perlu dikembangkan oleh kepala sekolah untuk
menghindari hal tersebut?
Kunci
Jawaban: A
Soal 10 : Kompetensi Profesional
Kasus: Ujian
sekolah berbasis proyek akan mulai diterapkan. Namun sebagian guru belum
memahami konsep asesmen proyek dengan baik.
Pertanyaan:
Sebagai kepala sekolah, Anda sebaiknya:
Kunci
Jawaban: C
Soal 11 : Kompetensi Kepribadian
Kasus: Ibu
Sari, kepala sekolah SD Damai, menerima laporan bahwa salah satu guru sering
mengajar tanpa mempersiapkan perangkat ajar.
Ketika
dikonfirmasi, guru tersebut bersikap defensif dan merasa tidak dihargai.
Pertanyaan:
Apa sikap kepribadian yang perlu ditunjukkan oleh kepala sekolah dalam
menghadapi situasi tersebut?
Kunci
Jawaban: C
Soal 12 : Kompetensi Profesional
Kasus: SD
Mutiara mengembangkan program pembelajaran berbasis proyek.
Namun, pelaksanaannya
belum berjalan efektif karena belum ada panduan teknis yang jelas.
Pertanyaan:
Apa yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan implementasi
program tersebut?
Kunci
Jawaban: B
Soal 13 : Kompetensi Sosial
Kasus: Orang
tua siswa kelas 6 SD Pelita merasa khawatir karena tidak ada guru yang
mendampingi anak-anak saat istirahat.
Pertanyaan:
Langkah tepat yang dilakukan kepala sekolah untuk menanggapi keluhan tersebut
adalah:
Kunci
Jawaban: B
Soal 14 : Kompetensi Kepribadian
Kasus: Kepala sekolah baru di SD Patriot merasa tidak diterima oleh sebagian guru senior. Mereka cenderung pasif dalam kegiatan sekolah dan jarang mengikuti rapat.
Pertanyaan: Sikap kepribadian yang tepat ditunjukkan kepala sekolah adalah:
Kunci
Jawaban: B
Soal 15 : Kompetensi Profesional
Kasus: SD
Cerdas belum memiliki tim pengembang kurikulum yang aktif. Guru-guru bekerja
secara individual dan tidak ada koordinasi dalam penyusunan RPP.
Pertanyaan:
Tindakan kepala sekolah yang profesional dalam situasi ini adalah:
Kunci
Jawaban: B
Soal 16 : Kompetensi Sosial
Kasus:
Sekolah Anda berencana menyelenggarakan kegiatan pentas seni. Namun, beberapa
orang tua merasa kegiatan tersebut tidak penting dibanding peningkatan
akademik.
Pertanyaan:
Langkah kepala sekolah yang paling efektif untuk membangun dukungan orang tua
adalah:
Kunci Jawaban:
A
Soal 17 : Kompetensi Kepribadian
Kasus: Pak
Damar, kepala SD Sejahtera, menghadapi tekanan dari pihak luar yang ingin
mempengaruhi penerimaan siswa baru.
Ia diminta
untuk menerima siswa tertentu di luar aturan yang berlaku.
Pertanyaan:
Sikap kepribadian yang perlu ditunjukkan oleh kepala sekolah adalah:
Kunci
Jawaban: B
Soal 18 : Kompetensi Profesional
Kasus: SD
Inspiratif memiliki program remedial bagi siswa yang belum mencapai KKM. Namun,
banyak guru yang tidak melaksanakan program ini karena alasan beban kerja.
Pertanyaan:
Langkah kepala sekolah yang profesional untuk memastikan program berjalan
adalah:
Kunci
Jawaban: C
Soal 19 : Kompetensi Sosial
Kasus: Dalam
pelaksanaan program UKS, SD Maju belum memiliki dukungan dari puskesmas
setempat. Selama ini hanya mengandalkan guru PJOK dan wali kelas.
Pertanyaan:
Tindakan sosial yang tepat oleh kepala sekolah adalah:
Kunci
Jawaban: A
Soal 20.
Kompetensi Kepribadian
Kasus:
Seorang guru mengungkapkan kritik tentang manajemen sekolah di media sosial
secara terbuka. Hal ini menjadi perhatian orang tua dan masyarakat.
Pertanyaan:
Apa sikap kepala sekolah yang paling mencerminkan kepribadian pemimpin
profesional?
Soal 1
Di sebuah sekolah, hasil asesmen nasional
menunjukkan kemampuan literasi membaca siswa berada di bawah rata-rata
nasional. Kepala sekolah ingin mengatasi hal ini dengan strategi peningkatan
budaya literasi. Ia membentuk tim literasi yang terdiri dari guru bahasa, wali
kelas, dan pustakawan. Setelah tiga bulan berjalan, terlihat adanya peningkatan
minat baca, tetapi capaian asesmen masih stagnan.
Apa langkah profesional paling tepat yang
sebaiknya diambil kepala sekolah selanjutnya?
A. Menambah jumlah buku bacaan ringan di perpustakaan
B. Mengevaluasi strategi pembelajaran literasi di kelas dan memberikan
pendampingan guru
C. Mengadakan lomba membaca antarkelas untuk meningkatkan motivasi
D. Mengganti ketua tim literasi dengan guru berpengalaman
Kunci: B
Indikator: Mampu menggunakan hasil asesmen untuk memperbaiki mutu
pembelajaran secara berkelanjutan.
Soal 2
Kepala sekolah menemukan bahwa beberapa
guru belum terbiasa menggunakan teknologi pembelajaran digital. Padahal,
sekolah telah dilengkapi fasilitas seperti proyektor, laptop, dan koneksi
internet stabil. Kepala sekolah ingin memastikan pemanfaatan teknologi berjalan
optimal untuk pembelajaran abad 21.
Langkah pertama yang paling tepat dilakukan
kepala sekolah adalah…
A. Menyusun kebijakan wajib penggunaan teknologi untuk semua guru
B. Mengadakan pelatihan internal dan pendampingan praktik digital di kelas
C. Mengontrol setiap guru melalui laporan penggunaan teknologi mingguan
D. Mengundang narasumber eksternal tanpa melibatkan guru dalam perencanaan
Kunci: B
Indikator: Menunjukkan kemampuan profesional dalam meningkatkan kompetensi
pedagogik guru melalui pembinaan dan pelatihan.
Soal 3
Dalam upaya meningkatkan kualitas hasil
belajar, kepala sekolah berencana mengembangkan program “Kelas Inspiratif”.
Program ini memberi ruang bagi guru untuk berbagi praktik baik di depan rekan
sejawat setiap bulan. Namun, sebagian guru merasa enggan karena khawatir
dikritik.
Bagaimana kepala sekolah sebaiknya bersikap
agar program ini berjalan efektif?
A. Membuat sistem berbagi sukarela dengan dukungan positif dan reflektif
B. Menugaskan guru berprestasi untuk mengisi sesi tanpa pilihan
C. Memberikan nilai tambahan pada guru yang mau tampil
D. Menjadikan program ini sebagai bagian dari penilaian kinerja
Kunci: A
Indikator: Mampu mengembangkan budaya kolaboratif dan reflektif untuk
peningkatan profesional guru.
Soal 4
Kepala sekolah menerima laporan bahwa
pembelajaran di kelas tinggi SD cenderung monoton. Guru lebih sering
menggunakan metode ceramah, sementara siswa tampak pasif. Ia ingin mendorong
penerapan model pembelajaran aktif.
Tindakan profesional yang paling tepat
adalah…
A. Meminta guru membuat laporan RPP dengan model aktif
B. Memberikan teguran kepada guru yang tidak inovatif
C. Menyusun jadwal supervisi akademik dan memberikan umpan balik konstruktif
D. Mengundang pelatih eksternal tanpa observasi awal
Kunci: C
Indikator: Menunjukkan kemampuan melakukan supervisi akademik untuk
mendorong pembelajaran aktif.
Soal 5
Sekolah mendapat bantuan dana BOS Kinerja
untuk inovasi pembelajaran. Kepala sekolah harus menentukan prioritas
penggunaan dana dengan prinsip akuntabilitas. Setelah berdiskusi, tim
mengusulkan berbagai program.
Langkah kepala sekolah yang paling tepat untuk menjamin efektivitas penggunaan dana adalah…
A. Memilih program berdasarkan pertimbangan pribadi
B. Melakukan analisis kebutuhan pembelajaran dan menyusun rencana kegiatan
berbasis data
C. Membagi dana secara merata ke semua guru agar adil
D. Mengalokasikan dana hanya untuk kegiatan ekstrakurikuler
Kunci: B
Indikator: Mampu mengelola sumber daya sekolah secara efektif dan berbasis
data mutu pembelajaran.
Soal 6
Di SMP Harapan Bangsa, kepala sekolah ingin
memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, sebagian guru masih ragu
untuk menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila karena merasa belum
memahami cara menilai hasil projek. Kepala sekolah berinisiatif menyusun
program pendampingan dengan melibatkan guru yang sudah berpengalaman dari
sekolah lain. Setelah pendampingan berlangsung, beberapa guru mulai mencoba,
tetapi hasilnya masih belum optimal.
Langkah profesional selanjutnya yang paling
tepat bagi kepala sekolah adalah melakukan…
A. Penambahan jam kerja guru untuk mempercepat proses
B. Penegasan aturan wajib pelaksanaan projek di semua kelas
C. Pergantian guru yang belum berhasil melaksanakan projek
D. Evaluasi program pendampingan untuk mengidentifikasi kendala dan tindak
lanjut
Kunci: D
Indikator: Mampu mengevaluasi dan mengembangkan program peningkatan mutu
pembelajaran secara berkelanjutan.
Soal 7
Kepala sekolah SD Cendekia menyadari bahwa
sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika
dasar. Ia melihat bahwa guru masih banyak menggunakan metode konvensional tanpa
melibatkan alat peraga konkret. Dalam rapat, kepala sekolah mengajak para guru
untuk bersama-sama merancang pembelajaran berbasis eksplorasi dan permainan edukatif.
Namun, beberapa guru merasa kegiatan itu membuang waktu karena dianggap kurang
efektif.
Bagaimana langkah profesional yang
sebaiknya dilakukan kepala sekolah untuk mengubah pola pikir guru tersebut?
A. Mengganti metode pembelajaran dengan kebijakan resmi sekolah
B. Menegur guru yang menolak perubahan secara tegas
C. Menugaskan guru mengikuti pelatihan eksternal tanpa diskusi
D. Memberikan contoh praktik pembelajaran aktif melalui lesson study
Kunci: D
Indikator: Menunjukkan kemampuan kepala sekolah dalam memfasilitasi
perubahan pedagogi melalui contoh nyata dan kolaborasi.
Soal 8
Sebuah SMA negeri berada di wilayah dengan
jumlah siswa yang cukup banyak, namun keterlibatan orang tua masih rendah.
Kepala sekolah ingin membangun komunikasi yang lebih efektif agar program
sekolah mendapat dukungan. Ia kemudian merancang kegiatan “Dialog Orang Tua dan
Sekolah” setiap semester, di mana guru menyampaikan perkembangan siswa secara
terbuka.
Apa hal paling penting yang perlu diperhatikan kepala sekolah agar kegiatan ini benar-benar bermakna bagi semua pihak?
A. Menyiapkan data dan informasi perkembangan siswa yang akurat dan objektif
B. Menyampaikan program sekolah tanpa membuka ruang tanya jawab
C. Memberikan pujian umum tanpa membahas kendala belajar
D. Menyusun laporan yang hanya menyoroti keberhasilan sekolah
Kunci: A
Indikator: Mampu membangun komunikasi profesional berbasis data dan
transparansi dengan pemangku kepentingan.
Soal 9
Kepala sekolah di SMK ingin meningkatkan
keterampilan guru produktif dalam menghadapi perkembangan industri 4.0. Ia
mengundang praktisi industri untuk memberikan pelatihan, namun dalam
pelaksanaannya, guru-guru merasa pelatihan terlalu teoretis dan tidak langsung
dapat diterapkan di kelas. Kepala sekolah menyadari perlu ada perbaikan pada
tahap perencanaan kegiatan.
Apa yang seharusnya dilakukan kepala
sekolah pada perencanaan berikutnya agar kegiatan lebih efektif?
A. Menyerahkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan materi
B. Melibatkan guru dalam perencanaan kebutuhan pelatihan agar sesuai konteks
sekolah
C. Mengadakan pelatihan dengan durasi lebih panjang agar hasil lebih terasa
D. Mengganti narasumber tanpa meninjau kebutuhan guru
Kunci: B
Indikator: Mampu menyusun program pengembangan profesional guru
berdasarkan analisis kebutuhan nyata.
Soal 10
Sebuah sekolah menengah baru saja
menerapkan sistem penjaminan mutu internal. Dalam prosesnya, kepala sekolah
menemukan bahwa banyak guru belum memahami bagaimana menyusun rencana tindak
lanjut dari hasil evaluasi mutu. Kepala sekolah ingin memastikan setiap unit
kerja memiliki rencana perbaikan yang konkret dan dapat diukur.
Langkah profesional yang paling tepat
dilakukan kepala sekolah adalah…
A. Menyerahkan tanggung jawab penuh kepada tim penjaminan mutu
B. Memberikan teguran bagi guru yang belum membuat rencana
C. Menyusun format baku rencana tindak lanjut dan melatih guru menggunakannya
D. Mengumumkan hasil evaluasi tanpa rencana tindak lanjut
Kunci: C
Indikator: Mampu memimpin penerapan sistem penjaminan mutu dengan
pendekatan pembinaan dan penguatan kapasitas guru.
Soal 11
Kepala sekolah SMP Pelita Bangsa menyadari
bahwa pelaksanaan asesmen formatif di sekolah belum berjalan optimal. Guru
cenderung hanya memberikan ulangan tertulis tanpa menindaklanjuti hasilnya
dalam bentuk perbaikan pembelajaran. Ia ingin agar asesmen benar-benar
digunakan sebagai alat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Langkah profesional yang paling tepat untuk mewujudkan hal tersebut adalah
A. Melakukan pelatihan internal tentang pemanfaatan hasil asesmen untuk
perbaikan pembelajaran
B. Mengharuskan guru mengumpulkan hasil penilaian setiap minggu
C. Menambah jumlah ulangan agar siswa lebih disiplin belajar
D. Mengadakan rapat rutin hanya untuk membahas nilai akhir siswa
Kunci: A
Indikator: Mampu memimpin penguatan asesmen formatif sebagai sarana
refleksi pembelajaran dan peningkatan mutu belajar.
Soal 12
Dalam rapat kerja tahunan, kepala sekolah
ingin menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah tentang pentingnya budaya
mutu. Namun, ia melihat bahwa sebagian guru masih menganggap kegiatan penjaminan
mutu hanya sebagai formalitas administrasi.
Apa pendekatan terbaik agar budaya mutu
benar-benar hidup dalam keseharian sekolah?
A. Melibatkan seluruh warga sekolah dalam proses refleksi dan perbaikan
berkelanjutan
B. Menugaskan tim mutu saja untuk menangani semua kegiatan
C. Membuat slogan-slogan motivasi di dinding sekolah
D. Memfokuskan kegiatan mutu hanya pada pengawasan dokumen
Kunci: A
Indikator: Mampu menginternalisasi budaya mutu di lingkungan sekolah
melalui partisipasi dan refleksi bersama.
Soal 13
Sebuah SD unggulan memiliki banyak program
inovatif, namun dokumentasi hasilnya belum teratur. Saat dilakukan audit
sekolah, tim pengawas kesulitan menemukan bukti kegiatan secara lengkap. Kepala
sekolah merasa perlu memperbaiki sistem administrasi tanpa menambah beban kerja
guru.
Apa langkah paling efektif untuk
menyelesaikan persoalan tersebut?
A. Menyimpan semua dokumen di ruang kepala sekolah agar lebih aman
B. Meminta setiap guru menyimpan arsip kegiatan masing-masing
C. Mengangkat staf tambahan untuk mencatat semua kegiatan
D. Mengembangkan sistem dokumentasi digital sederhana yang dapat diakses
bersama
Kunci: D
Indikator: Mampu mengelola administrasi sekolah secara efisien dan adaptif
terhadap perkembangan teknologi.
Soal 14
Hasil survei lingkungan belajar menunjukkan
bahwa siswa merasa kurang nyaman karena guru sering marah di kelas. Kepala
sekolah menilai perlu ada pendekatan pembinaan yang membangun kesadaran guru
tentang pentingnya iklim kelas yang positif.
Pendidikan
Langkah profesional yang paling tepat bagi
kepala sekolah adalah
A. Melakukan supervisi pembelajaran dan memberi umpan balik dengan pendekatan
reflektif
B. Memberikan surat peringatan kepada guru yang emosional
C. Mengeluarkan peraturan tertulis tentang larangan marah di kelas
D. Mengundang psikolog untuk menilai kepribadian guru
Kunci: D
Indikator: Mampu menerapkan supervisi akademik berbasis refleksi untuk
memperbaiki iklim pembelajaran.
Soal 15
Kepala sekolah SMA Mandiri ingin
meningkatkan keterampilan menulis ilmiah di kalangan guru. Ia berencana
mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi. Namun, sebagian
guru merasa kegiatan tersebut tidak relevan dengan tugas mengajar.
Bagaimana cara kepala sekolah membangun
kesadaran guru akan pentingnya kegiatan ini?
A. Memberikan penghargaan hanya bagi guru yang sudah menulis
B. Menjadikan kegiatan tersebut sebagai syarat penilaian kinerja
C. Menjelaskan manfaat publikasi ilmiah bagi peningkatan profesionalisme dan
karier
D. Mengadakan pelatihan tanpa perlu menjelaskan tujuannya
Kunci: C
Indikator: Menunjukkan kemampuan mengembangkan profesionalisme guru
berbasis refleksi ilmiah dan pengembangan karier.
Soal 16
Sekolah dasar yang dipimpin oleh Ibu Rini
sedang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai profil pelajar Pancasila ke dalam
kegiatan ekstrakurikuler. Namun, para pembina ekstrakurikuler belum memahami
cara menanamkan nilai tersebut secara kontekstual.
Langkah profesional pertama yang sebaiknya
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Mengadakan lokakarya integrasi nilai Pancasila dalam kegiatan
ekstrakurikuler
B. Membuat panduan tertulis tanpa sosialisasi lebih lanjut
C. Memberikan penilaian langsung terhadap kegiatan siswa
D. Membentuk tim baru untuk mengganti pembina yang belum kompeten
Kunci: A
Indikator: Mampu memimpin penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan
dalam seluruh kegiatan sekolah.
Soal 17
Kepala sekolah SMP di daerah pedesaan
menghadapi tantangan dalam penggunaan data digital karena keterbatasan
infrastruktur dan kompetensi TIK guru. Namun, pemerintah menugaskan sekolah
untuk melaporkan hasil belajar melalui sistem daring.
Pendidikan
Tindakan paling realistis yang menunjukkan
profesionalisme kepala sekolah adalah
A. Mengadakan pelatihan internal sederhana dan membagi tugas berdasarkan
kemampuan guru
B. Menunda pelaporan sampai fasilitas lengkap
C. Mengalihkan seluruh tugas pelaporan kepada operator sekolah
D. Meminta dispensasi tanpa upaya perbaikan
Kunci: A
Indikator: Mampu mengelola keterbatasan sumber daya dengan solusi adaptif
dan kolaboratif.
Soal 18
Dalam kegiatan supervisi, kepala sekolah
menemukan bahwa sebagian guru belum memahami cara menilai keterampilan berpikir
tingkat tinggi (HOTS) siswa. Padahal, kurikulum menuntut kemampuan ini dalam
asesmen.
Langkah pembinaan yang tepat dilakukan
kepala sekolah adalah
A. Memberikan instrumen penilaian siap pakai kepada guru
B. Mengadakan diskusi kolegial dan praktik penyusunan instrumen asesmen HOTS
C. Mengarahkan guru untuk mengurangi soal analitis
D. Menugaskan guru mengikuti pelatihan tanpa tindak lanjut
Kunci: B
Indikator: Menunjukkan kemampuan membina guru dalam asesmen autentik
berbasis keterampilan berpikir tinggi.
Soal 19
Kepala sekolah SMK menerima laporan dari
dunia industri bahwa lulusan belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik saat
magang. Ia ingin memperbaiki hal tersebut agar reputasi sekolah meningkat.
Langkah strategis pertama yang sebaiknya
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Melakukan koordinasi dengan guru produktif untuk meninjau kurikulum dan
menambah pelatihan soft skill
B. Meminta industri memperpanjang masa magang
C. Menilai ulang siswa berdasarkan hasil laporan industri
D. Mengurangi jumlah siswa yang dikirim magang
Kunci: A
Indikator: Mampu menyesuaikan kurikulum dan pembelajaran dengan kebutuhan
dunia kerja secara profesional.
Soal 20
Kepala sekolah SMP Pertiwi berencana
mengajukan sekolahnya sebagai sekolah penggerak. Namun, ia ingin memastikan
seluruh guru memahami konsep transformasi pembelajaran terlebih dahulu. Dalam
rapat awal, guru tampak antusias, tetapi belum memiliki pemahaman mendalam
tentang langkah konkret implementasinya.
Pendidikan
Langkah paling tepat bagi kepala sekolah
untuk memantapkan kesiapan guru adalah
A. Menyusun roadmap sekolah penggerak dan melakukan lokakarya pendalaman visi
bersama guru
B. Mengajukan proposal terlebih dahulu agar sekolah segera ditetapkan
C. Menyerahkan perencanaan kepada tim kecil tanpa pelibatan guru
D. Mengadakan lomba inovasi pembelajaran tanpa panduan konsep
Kunci: A
Indikator: Mampu memimpin transformasi pembelajaran melalui visi strategis
dan pelibatan seluruh warga sekolah.
Soal 21
Seorang kepala sekolah berencana memperkuat
budaya refleksi di lingkungan kerjanya. Ia menyadari bahwa selama ini rapat
guru hanya berfokus pada administrasi dan laporan kegiatan. Ia kemudian mencoba
mengganti sebagian agenda rapat dengan sesi berbagi praktik baik pembelajaran.
Meskipun awalnya antusias, sebagian guru mulai kehilangan semangat karena
merasa waktu kegiatan cukup lama dan tidak terstruktur.
Langkah profesional yang paling tepat untuk
memperbaiki kegiatan tersebut adalah
A. Menghentikan kegiatan karena dianggap kurang efektif
B. Menyusun panduan dan format refleksi agar kegiatan lebih terarah dan efisien
C. Mengubah kegiatan menjadi forum evaluasi rutin saja
D. Membatasi peserta hanya guru yang berprestasi
Kunci: B
Indikator: Mampu mengembangkan budaya reflektif yang terstruktur untuk
peningkatan mutu pembelajaran.
Soal 22
Dalam beberapa bulan terakhir, kepala
sekolah menerima laporan bahwa kehadiran guru mulai menurun, terutama pada jam
pertama. Setelah melakukan observasi, ternyata sebagian guru memiliki beban
administratif yang cukup tinggi. Kepala sekolah ingin menegakkan kedisiplinan,
namun tetap mempertimbangkan kesejahteraan dan beban kerja guru.
Tindakan profesional yang sebaiknya diambil
adalah
A. Melakukan dialog terbuka untuk mencari solusi dan menyeimbangkan beban kerja
guru
B. Memberlakukan sanksi tertulis bagi guru yang sering terlambat
C. Menambah jam pelaporan agar disiplin guru meningkat
D. Mengabaikan situasi karena masalahnya bersifat pribadi
Kunci: A
Indikator: Menunjukkan kemampuan mengelola sumber daya manusia dengan
pendekatan empatik dan solutif.
Soal 23
Kepala sekolah mengamati bahwa hasil
belajar siswa tidak meningkat meskipun sarana dan fasilitas belajar sudah
lengkap. Setelah meninjau RPP dan hasil supervisi, ia menemukan bahwa sebagian
guru belum menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Pendidikan
Langkah profesional pertama yang paling
tepat dilakukan kepala sekolah adalah
A. Membuat laporan ke dinas tanpa memberi pembinaan
B. Menugaskan guru mengikuti pelatihan eksternal tanpa tindak lanjut
C. Mengadakan kegiatan lesson study untuk mendorong perbaikan praktik mengajar
D. Mengganti metode pembelajaran dengan kebijakan tunggal sekolah
Kunci: C
Indikator: Mampu melakukan pembinaan guru berbasis kolaborasi dan refleksi
terhadap praktik pembelajaran.
Soal 24
Seorang kepala sekolah menghadapi kendala
dalam mengelola hubungan antara guru senior dan guru muda. Guru senior merasa
pengalaman mereka kurang dihargai, sementara guru muda merasa ide-ide
inovatifnya tidak diterima. Ketegangan ini mulai memengaruhi suasana kerja.
Langkah profesional yang paling tepat untuk
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Menyelenggarakan forum kolaboratif untuk saling berbagi pengalaman dan
inovasi
B. Memberikan penugasan tambahan kepada guru muda
C. Menyusun aturan baru agar guru senior lebih dominan
D. Menghindari pembicaraan tentang perbedaan pandangan
Kunci: A
Indikator: Mampu membangun iklim kerja kolaboratif yang menghargai
pengalaman dan inovasi.
Soal 25
Kepala sekolah berupaya memperkuat pendidikan karakter di sekolahnya. Ia
telah mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran, namun belum
terlihat dampak nyata dalam perilaku siswa. Guru-guru merasa kesulitan
menanamkan nilai secara konsisten karena belum ada panduan yang jelas.
Tindakan profesional yang paling tepat
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Menegur siswa yang melanggar aturan secara terbuka
B. Menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada guru BK
C. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan tambahan tanpa evaluasi
D. Menyusun panduan implementasi pendidikan karakter dan melakukan pembinaan
rutin
Kunci: D
Indikator: Mampu merancang kebijakan dan sistem pembinaan karakter yang
terintegrasi dan berkelanjutan.
Soal 26
Kepala sekolah sedang berusaha
mengembangkan sistem mentoring bagi guru baru agar dapat beradaptasi dengan
budaya kerja sekolah. Namun, guru senior merasa tugas ini menambah beban kerja
mereka.
Langkah profesional yang sebaiknya
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Memberikan penghargaan dan dukungan khusus kepada guru senior sebagai mentor
B. Menugaskan guru baru untuk belajar mandiri tanpa pendampingan
C. Membatasi program hanya untuk sebagian guru
D. Menghapus kegiatan mentoring karena tidak efektif
Kunci: A
Indikator: Menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan sistem pembinaan guru
baru secara profesional dan kolaboratif.
Soal 27
Dalam upaya memperbaiki hasil belajar,
kepala sekolah ingin mendorong guru agar lebih menggunakan data hasil asesmen diagnostik.
Namun, sebagian guru merasa data tersebut tidak terlalu penting karena siswa
dianggap sudah mampu.
Langkah pertama yang paling tepat diambil
kepala sekolah adalah
A. Meminta laporan asesmen tanpa tindak lanjut pembelajaran
B. Menegur guru yang tidak menggunakan data dalam perencanaan pembelajaran
C. Menghapus kewajiban asesmen diagnostik agar tidak menambah beban guru
D. Melakukan pelatihan internal tentang analisis dan pemanfaatan data asesmen
Kunci: D
Indikator: Mampu mengarahkan guru untuk menggunakan data asesmen sebagai
dasar pengambilan keputusan pembelajaran.
Soal 28
Kepala sekolah menemukan bahwa komunikasi
antara guru dan tenaga kependidikan kurang harmonis. Hal ini menyebabkan
keterlambatan dalam pelaksanaan beberapa program sekolah. Ia menyadari perlu
membangun sinergi yang lebih baik di antara keduanya.
Tindakan profesional yang paling tepat
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Mengadakan pertemuan rutin lintas fungsi untuk membangun komunikasi dan
koordinasi
B. Memberi sanksi kepada tenaga kependidikan yang dianggap lambat
C. Menyusun struktur kerja baru tanpa melibatkan pihak terkait
D. Menghindari pembahasan konflik agar situasi tetap tenang
Kunci: A
Indikator: Mampu membangun komunikasi dan kolaborasi lintas peran dalam
organisasi sekolah.
Soal 29
Kepala sekolah sedang menyiapkan akreditasi
dan ingin memastikan seluruh dokumen serta data kegiatan sudah lengkap. Namun,
ia tidak ingin proses ini hanya bersifat administratif. Ia ingin akreditasi
menjadi momentum peningkatan mutu yang nyata.
Langkah profesional yang sebaiknya
dilakukan kepala sekolah adalah
A. Menjadikan proses akreditasi sebagai refleksi mutu dan perbaikan
berkelanjutan
B. Memerintahkan guru untuk segera melengkapi berkas tanpa pembahasan
C. Memusatkan seluruh dokumen di ruang kerja kepala sekolah
D. Menyewa tim luar agar laporan cepat selesai
Kunci: A
Indikator: Mampu mengelola akreditasi sebagai sarana peningkatan mutu
berkelanjutan, bukan sekadar administratif.
Soal 30
Kepala sekolah ingin meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam mendukung program pendidikan. Selama ini, kerja
sama dengan komite sekolah berjalan formal tanpa kegiatan konkret. Ia ingin
menciptakan hubungan yang lebih bermakna dan kolaboratif.
Langkah profesional yang paling tepat untuk
dilakukan adalah
A. Membatasi peran komite agar tidak mengganggu kebijakan sekolah
B. Menugaskan komite sekolah untuk mencari dana tambahan
C. Mengadakan rapat formal tanpa melibatkan masyarakat luas
D. Mengundang komite sekolah dalam perencanaan program dan pelaksanaan kegiatan
nyata
Kunci: D
Indikator: Mampu membangun kemitraan strategis antara sekolah dan
masyarakat untuk mendukung mutu pendidikan.
Contoh Soal Esai Seleksi BCKS
Soal 1: Kompetensi Manajerial & Supervisi
"Sekolah Anda menerima banyak keluhan dari orang tua siswa mengenai rendahnya kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa guru senior. Guru-guru tersebut terkesan enggan menggunakan teknologi dan metode pembelajaran aktif. Sebagai kepala sekolah yang baru, langkah-langkah konkret apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut tanpa menimbulkan konflik internal?"
Jawaban Soal 1 (Manajerial/Supervisi):
Pendekatan Personal: Mengadakan pertemuan individual dengan guru senior untuk mendengar kendala mereka (empati) dan memotivasi tanpa menggurui.
Supervisi Akademik Berbasis Coaching: Melakukan supervisi yang bertujuan membimbing, bukan mencari kesalahan.
Mentoring Sebaya: Memasangkan guru senior dengan guru muda yang fasih teknologi (peer coaching).
Pelatihan Terfokus: Mengadakan workshop internal yang praktis dan aplikatif.
Apresiasi: Memberikan penghargaan kecil bagi guru yang mulai menunjukkan perubahan positif.
Soal 2: Kompetensi Sosial & Kepribadian
"Di sekolah Anda terdapat dua kelompok guru yang berbeda pandangan mengenai penerapan kurikulum baru. Hal ini mengakibatkan suasana kerja menjadi tidak kondusif dan menghambat kolaborasi. Bagaimana strategi Anda untuk menyatukan perbedaan pandangan tersebut demi tercapainya tujuan sekolah?"
Jawaban Soal 2 (Sosial/Kepribadian):
Dialog Terbuka (Mediasi): Mengadakan pertemuan bersama dalam suasana santai untuk mengidentifikasi akar permasalahan.
Fokus pada Visi Bersama: Mengingatkan kembali bahwa tujuan utama adalah kepentingan peserta didik, bukan ego kelompok.
Tim Kerja Kolaboratif: Membentuk tim kurikulum yang anggotanya campuran dari kedua kelompok tersebut.
Tegas pada Aturan: Menegaskan aturan perilaku profesional di sekolah namun tetap persuasif.
Soal 3: Kewirausahaan & Inovasi
"Sekolah Anda terletak di lingkungan ekonomi menengah ke bawah, namun memiliki potensi lahan kosong yang cukup luas. Bagaimana upaya Anda memberdayakan potensi tersebut sebagai salah satu sumber belajar siswa sekaligus upaya kewirausahaan sekolah?"
Jawaban Soal 3 (Kewirausahaan):
Analisis Potensi: Melibatkan guru dan komite untuk memetakan apa yang bisa ditanam atau dibuat.
Program Berbasis Lingkungan (Adiwiyata): Menjadikan lahan tersebut sebagai apotek hidup atau kebun hidroponik.
Integrasi Kurikulum: Menggunakan lahan tersebut sebagai tempat praktik mata pelajaran IPA, Prakarya, atau Kewirausahaan.
Pemasaran Hasil: Hasil kebun dijual kepada warga sekolah atau masyarakat sekitar, hasilnya masuk kas sekolah untuk pengembangan pembelajaran.
Tips Menjawab Soal Esai BCKS:
Gunakan Metode STAR: Situation (Situasi), Task (Tugas), Action (Tindakan Anda), Result (Hasil yang diharapkan).
Berorientasi pada Siswa: Pastikan setiap solusi berpusat pada kepentingan peserta didik.
Visioner dan Realistis: Jawaban harus menunjukkan inovasi tapi bisa diterapkan.
Tunjukkan Level 4-5: Jawaban menunjukkan kemampuan evaluasi, tindak lanjut, mengkoordinasikan, dan menggerakkan.








.png)

























