UPTD SD INPRES KABUBU

Educating for Excellence

PENGEMBANGAN KARAKTER (PERAK)

UPTD SD Inpres Kabubu

SELARAS (SELASA LITERASI NUMERASI)

UPTD SD Inpres Kabubu

BURAS (RABU SARAPAN BERSAMA)

UPTD SD Inpres Kabubu

KASET (KAMIS SEHAT)

UPTD SD Inpres Kabubu

Contoh Soal Seleksi Substansi Calon Kepala Sekolah, Lengkap Kunci Jawaban

Sdikabubu.sch.id - Para guru yang tengah mengikuti seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) regular maupun Non Reguler tengah bersiap menjalani seleksi substansi. Sebelumnya, para guru yang lolos mengikuti seleksi administrasi. Lalu ditetapkanlah sejumlah guru yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi substansi.

Pada seleksi substansi, menggunakan instrumen yang berjumlah 70 butir soal. Durasi pelaksanaan seleksi substansi selama 120 (seratus dua puluh) menit tanpa jeda waktu istirahat. Dalam seleksi substansi, terdapat 2 jenis soal yaitu soal PGS (Pilihan Ganda Sederhana) dan PGK (Pilihan Ganda Kompleks).

Untuk soal PGS, masing-masing peserta diberikan soal dan pilihan jawaban sebanyak 4-5 pilihan, dan peserta dapat memilih satu jawaban yang dianggap benar. Jenis soal berikutnya adalah PGK (pilihan ganda kompleks). Di jenis soal ini, peserta diberikan sebuah bahan bacaan untuk dicermati. Kemudian di bawahnya terdapat 4 pernyataan yang berhubungan dengan bacaan tersebut, di masing-masing pernyataan peserta diminta untuk menentukan apakah pernyataan tersebut sesuai dengan pilihan PGK-nya (Ya-Tidak, Fakta-Opini, Sesuai-Tidak Sesuai).

Kompetensi yang diukur dalam seleksi substansi ini mencakup: kepribadian, sosial, dan profesional. Salah satu bentuk instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda berbasis kasus kontekstual yang menggambarkan situasi nyata di sekolah.

Artikel ini akan membahas contoh soal seleksi substansi yang dirancang untuk menguji kemampuan calon kepala sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan manajerial, pedagogis, dan etika kepemimpinan.


Contoh Soal Seleksi Substansi BCKS 2025

Berikut adalah contoh soal seleksi substansi lengkap kunci jawaban, hanya sebagai bahan referensi saja.

Soal 1 : Kompetensi Profesional

Kasus: SD Arjuna terletak di lokasi yang strategis, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Sekolah ini dipimpin oleh Pak Ali yang baru 2 bulan diangkat.

Beliau dikenal sebagai orang yang kreatif dan mampu mengembangkan kewirausahaan sekolah. Semua guru berkualifikasi sarjana dan ada 2 orang guru yang telah mengikuti lomba guru berprestasi tingkat provinsi.

Sekolah memiliki kantin dan sebidang tanah yang ditanami sayuran serta buah-buahan yang menjadi salah satu sumber dana bagi kesejahteraan sekolah.

SD Arjuna memiliki berbagai sarana belajar namun jumlahnya masih kurang, tidak sebanding dengan jumlah siswa.

Alat-alat laboratorium IPA banyak yang rusak, hanya beberapa yang bisa digunakan. Siswa-siswa sering berebut alat peraga karena jumlahnya terbatas.

Demikian juga dengan peralatan olahraga, banyak yang rusak sehingga sering kali pembelajaran PJOK hanya lari dan senam.

SD Arjuna berdekatan dengan SD Bima yang memiliki sarana pembelajaran lengkap dengan jumlah memadai.

Pertanyaan:
Sebagai kepala sekolah, apa langkah profesional yang sebaiknya dilakukan Pak Ali untuk mengatasi keterbatasan sarana belajar di SD Arjuna?

A. Mengajukan surat permohonan bantuan ke dinas pendidikan dan menunggu persetujuan anggaran.
B. Membatasi jumlah siswa dalam satu kelas agar sarana yang ada mencukupi.
C. Menjalin kerja sama dengan SD Bima dalam pemanfaatan bersama sarana pembelajaran.
D. Meminta orang tua siswa untuk secara swadaya menyumbang alat pembelajaran.

Kunci Jawaban: C


Soal 2 : Kompetensi Sosial

Kasus: Sama seperti soal di atas.

Pertanyaan: Dalam rangka membangun hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar, tindakan tepat yang dapat dilakukan kepala SD Arjuna adalah:

A. Meningkatkan prestasi akademik untuk memperkuat citra sekolah.
B. Mengadakan program kerja bakti bersama masyarakat sekitar.
C. Menjalin kompetisi dengan sekolah lain untuk menunjukkan keunggulan SD Arjuna.
D. Mengalihkan siswa yang tidak mampu ke sekolah lain yang lebih kecil.

Kunci Jawaban: B


Soal 3 – Kompetensi Kepribadian

Kasus: Pak Budi adalah guru senior di SD Nusantara. Ia dikenal sangat disiplin dan memiliki komitmen tinggi. Namun, beberapa guru muda merasa Pak Budi terlalu keras dan kurang fleksibel. Suatu saat, terjadi konflik karena Pak Budi menegur guru muda yang datang terlambat secara langsung di depan siswa.

Pertanyaan:
Jika Anda adalah kepala sekolah di SD Nusantara, bagaimana Anda menyikapi peristiwa ini untuk menjaga iklim kerja yang positif?

A. Menegur Pak Budi secara langsung agar tidak mengulangi hal tersebut.
B. Mengadakan diskusi terbuka antar guru untuk membahas budaya kerja yang sehat.
C. Memindahkan Pak Budi ke bagian administrasi agar tidak sering berinteraksi dengan guru lain.
D. Membuat aturan baru agar guru senior tidak mencampuri urusan guru muda.

Kunci Jawaban: B


Soal 4 – Kompetensi Profesional

Kasus: Kepala Sekolah SD Harapan Bangsa berencana mengembangkan program literasi sekolah. Namun, sebagian guru merasa program tersebut hanya menambah beban kerja tanpa hasil nyata.

Pertanyaan:
Langkah strategis apa yang sebaiknya dilakukan oleh kepala sekolah agar program literasi bisa diterima dan dijalankan oleh semua guru?

A. Menyampaikan surat edaran resmi bahwa semua guru wajib melaksanakan program.
B. Memberikan insentif khusus bagi guru yang mendukung program literasi.
C. Mengajak guru berdiskusi dan merancang program literasi yang kontekstual dan aplikatif.
D. Meminta guru yang tidak setuju untuk tidak ikut dalam program tersebut.

Kunci Jawaban: C


Soal 5 : Kompetensi Sosial

Kasus: SD Mandiri memiliki siswa dari berbagai latar belakang budaya. Dalam kegiatan Hari Kartini, terjadi perbedaan pendapat antar orang tua tentang pakaian adat yang harus dikenakan.

Pertanyaan: Sebagai kepala sekolah, apa tindakan yang paling bijak untuk meredakan ketegangan?

A. Membatalkan kegiatan Hari Kartini untuk menghindari konflik.
B. Menentukan satu jenis pakaian adat yang wajib dipakai semua siswa.
C. Memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih pakaian adat dari daerah masing-masing.
D. Menyerahkan keputusan kepada komite sekolah tanpa campur tangan kepala sekolah.

Kunci Jawaban: C


Soal 6 : Kompetensi Kepribadian

Kasus: Pak Dani, kepala sekolah baru, mendapati bahwa beberapa guru senior tidak hadir rapat tanpa alasan yang jelas. Namun, para guru muda hadir tepat waktu.

Pertanyaan:
Sikap kepribadian apa yang harus ditunjukkan Pak Dani dalam menyikapi hal tersebut?

A. Menegur guru senior secara langsung di depan guru lain.
B. Memberikan contoh kedisiplinan dan menyampaikan harapan secara persuasif.
C. Meningkatkan peran guru muda agar lebih dominan dalam organisasi.
D. Membiarkan hal itu karena guru senior sulit diubah.

Kunci Jawaban: B


Soal 7 : Kompetensi Profesional

Kasus: Di SD Cendekia, sebagian besar guru belum menguasai teknologi pembelajaran digital. Namun, sekolah sudah dilengkapi dengan perangkat TIK modern.

Pertanyaan: Langkah strategis apa yang seharusnya diambil kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru?

A. Menyusun jadwal pelatihan internal yang berkelanjutan dengan melibatkan guru TIK.
B. Menggunakan perangkat tersebut hanya untuk guru yang sudah siap saja.
C. Menugaskan guru muda untuk mengajar guru senior.
D. Membeli perangkat baru yang lebih mudah digunakan.

Kunci Jawaban: A


Soal 8 : Kompetensi Sosial

Kasus: SD Sejahtera ingin mengembangkan kemitraan dengan dunia usaha setempat untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler.

Pertanyaan: Apa langkah awal yang tepat dilakukan kepala sekolah?

A. Membuat proposal dan langsung disebar ke perusahaan.
B. Mengundang tokoh masyarakat dan pelaku usaha dalam forum dialog pendidikan.
C. Meminta guru mencari sponsor secara pribadi.
D. Menjalin kerja sama hanya dengan satu perusahaan besar.

Kunci Jawaban: B


Soal 9 : Kompetensi Kepribadian

Kasus: Seorang kepala sekolah diketahui oleh guru-guru memiliki favoritisme kepada beberapa guru tertentu. Hal ini menimbulkan rasa tidak adil di kalangan guru lain.

Pertanyaan: Sikap kepribadian apa yang perlu dikembangkan oleh kepala sekolah untuk menghindari hal tersebut?

A. Keadilan dan integritas dalam pengambilan keputusan.
B. Kewibawaan agar tidak mudah diprotes.
C. Fleksibilitas agar bisa menyesuaikan diri dengan guru yang berbeda-beda.
D. Sikap tegas dalam memilih guru andalan.

Kunci Jawaban: A


Soal 10 : Kompetensi Profesional

Kasus: Ujian sekolah berbasis proyek akan mulai diterapkan. Namun sebagian guru belum memahami konsep asesmen proyek dengan baik.

Pertanyaan: Sebagai kepala sekolah, Anda sebaiknya:

A. Meminta guru mengikuti pelatihan secara mandiri.
B. Menunda penerapan asesmen proyek sampai semua guru siap.
C. Menyusun pelatihan internal dan sesi praktik berbasis kolaboratif.
D. Menugaskan satu guru untuk membuat contoh dan diikuti yang lain.

Kunci Jawaban: C


Soal 11 : Kompetensi Kepribadian

Kasus: Ibu Sari, kepala sekolah SD Damai, menerima laporan bahwa salah satu guru sering mengajar tanpa mempersiapkan perangkat ajar.

Ketika dikonfirmasi, guru tersebut bersikap defensif dan merasa tidak dihargai.

Pertanyaan: Apa sikap kepribadian yang perlu ditunjukkan oleh kepala sekolah dalam menghadapi situasi tersebut?

A. Menegur guru tersebut secara tegas di rapat.
B. Membuat surat peringatan langsung kepada guru.
C. Mengajak guru tersebut berdiskusi secara pribadi dan menunjukkan empati.
D. Melaporkan guru tersebut ke pengawas sekolah.

Kunci Jawaban: C


Soal 12 : Kompetensi Profesional

Kasus: SD Mutiara mengembangkan program pembelajaran berbasis proyek.

Namun, pelaksanaannya belum berjalan efektif karena belum ada panduan teknis yang jelas.

Pertanyaan: Apa yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan implementasi program tersebut?

A. Menunggu arahan teknis dari dinas pendidikan.
B. Menyusun panduan teknis internal bersama guru.
C. Menugaskan satu guru untuk membuat pedoman sendiri.
D. Menghentikan program dan kembali ke model pembelajaran lama.

Kunci Jawaban: B


Soal 13 : Kompetensi Sosial

Kasus: Orang tua siswa kelas 6 SD Pelita merasa khawatir karena tidak ada guru yang mendampingi anak-anak saat istirahat.

Pertanyaan: Langkah tepat yang dilakukan kepala sekolah untuk menanggapi keluhan tersebut adalah:

A. Menyampaikan bahwa hal itu bukan tanggung jawab sekolah.
B. Menugaskan guru piket untuk mengawasi siswa saat istirahat.
C. Meminta orang tua menjadi pengawas bergantian.
D. Melibatkan siswa kelas 6 menjadi pemimpin kelompok jaga.

Kunci Jawaban: B


Soal 14 : Kompetensi Kepribadian

Kasus: Kepala sekolah baru di SD Patriot merasa tidak diterima oleh sebagian guru senior. Mereka cenderung pasif dalam kegiatan sekolah dan jarang mengikuti rapat. 

Pertanyaan: Sikap kepribadian yang tepat ditunjukkan kepala sekolah adalah:

A. Menghindari konfrontasi dengan guru senior.
B. Membangun komunikasi terbuka dan melibatkan guru senior dalam perencanaan sekolah.
C. Menyampaikan kepada pengawas agar guru senior diberikan sanksi.
D. Fokus pada guru muda yang lebih mendukung.

Kunci Jawaban: B


Soal 15 : Kompetensi Profesional

Kasus: SD Cerdas belum memiliki tim pengembang kurikulum yang aktif. Guru-guru bekerja secara individual dan tidak ada koordinasi dalam penyusunan RPP.

Pertanyaan: Tindakan kepala sekolah yang profesional dalam situasi ini adalah:

A. Membiarkan guru menyusun RPP sesuai kreativitas masing-masing.
B. Membentuk tim pengembang kurikulum dan memfasilitasi kolaborasi.
C. Menugaskan wakil kepala sekolah menyusun RPP semua kelas.
D. Mengambil alih tugas guru dalam menyusun perangkat ajar.

Kunci Jawaban: B


Soal 16 : Kompetensi Sosial

Kasus: Sekolah Anda berencana menyelenggarakan kegiatan pentas seni. Namun, beberapa orang tua merasa kegiatan tersebut tidak penting dibanding peningkatan akademik.

Pertanyaan: Langkah kepala sekolah yang paling efektif untuk membangun dukungan orang tua adalah:

A. Menjelaskan manfaat kegiatan melalui forum orang tua dan menunjukkan kaitannya dengan karakter siswa.
B. Tetap melaksanakan kegiatan tanpa perlu persetujuan orang tua.
C. Membatasi peserta hanya yang didukung orang tuanya.
D. Meniadakan kegiatan demi menjaga hubungan baik dengan orang tua.

Kunci Jawaban: A


Soal 17 : Kompetensi Kepribadian

Kasus: Pak Damar, kepala SD Sejahtera, menghadapi tekanan dari pihak luar yang ingin mempengaruhi penerimaan siswa baru.

Ia diminta untuk menerima siswa tertentu di luar aturan yang berlaku.

Pertanyaan: Sikap kepribadian yang perlu ditunjukkan oleh kepala sekolah adalah:

A. Mengikuti permintaan demi menjaga hubungan baik dengan tokoh masyarakat.
B. Menolak secara tegas dengan dasar aturan penerimaan yang berlaku.
C. Menerima siswa dengan syarat bantuan fasilitas sekolah.
D. Menunda keputusan sampai ada arahan dari dinas.

Kunci Jawaban: B


Soal 18 : Kompetensi Profesional

Kasus: SD Inspiratif memiliki program remedial bagi siswa yang belum mencapai KKM. Namun, banyak guru yang tidak melaksanakan program ini karena alasan beban kerja.

Pertanyaan: Langkah kepala sekolah yang profesional untuk memastikan program berjalan adalah:

A. Memberi sanksi pada guru yang tidak menjalankan program.
B. Menghapus program karena tidak mendapat dukungan.
C. Menyusun kebijakan internal yang jelas dan melibatkan guru dalam perencanaan.
D. Melaporkan semua guru ke pengawas sekolah.

Kunci Jawaban: C


Soal 19 : Kompetensi Sosial

Kasus: Dalam pelaksanaan program UKS, SD Maju belum memiliki dukungan dari puskesmas setempat. Selama ini hanya mengandalkan guru PJOK dan wali kelas.

Pertanyaan: Tindakan sosial yang tepat oleh kepala sekolah adalah:

A. Membuat surat resmi kepada puskesmas untuk menjalin kerja sama.
B. Meminta guru PJOK mengurus semuanya.
C. Mengurangi kegiatan UKS agar tidak memberatkan guru.
D. Menunggu inisiatif dari puskesmas setempat.

Kunci Jawaban: A


Soal 20. Kompetensi Kepribadian

Kasus: Seorang guru mengungkapkan kritik tentang manajemen sekolah di media sosial secara terbuka. Hal ini menjadi perhatian orang tua dan masyarakat.

Pertanyaan: Apa sikap kepala sekolah yang paling mencerminkan kepribadian pemimpin profesional?

A. Membalas pernyataan tersebut di media sosial untuk meluruskan informasi.
B. Menegur guru tersebut di hadapan guru lainnya.
C. Mengajak guru berdialog dan mencari solusi secara internal.
D. Memindahkan guru ke sekolah lain.

Kunci Jawaban: C



Tambahan Referensi Soal Seleksi Substansi Calon Kepala Sekolah, Lengkap Kunci Jawaban

Soal 1

Di sebuah sekolah, hasil asesmen nasional menunjukkan kemampuan literasi membaca siswa berada di bawah rata-rata nasional. Kepala sekolah ingin mengatasi hal ini dengan strategi peningkatan budaya literasi. Ia membentuk tim literasi yang terdiri dari guru bahasa, wali kelas, dan pustakawan. Setelah tiga bulan berjalan, terlihat adanya peningkatan minat baca, tetapi capaian asesmen masih stagnan.

Apa langkah profesional paling tepat yang sebaiknya diambil kepala sekolah selanjutnya?
A. Menambah jumlah buku bacaan ringan di perpustakaan
B. Mengevaluasi strategi pembelajaran literasi di kelas dan memberikan pendampingan guru
C. Mengadakan lomba membaca antarkelas untuk meningkatkan motivasi
D. Mengganti ketua tim literasi dengan guru berpengalaman

Kunci: B
Indikator: Mampu menggunakan hasil asesmen untuk memperbaiki mutu pembelajaran secara berkelanjutan.


Soal 2

Kepala sekolah menemukan bahwa beberapa guru belum terbiasa menggunakan teknologi pembelajaran digital. Padahal, sekolah telah dilengkapi fasilitas seperti proyektor, laptop, dan koneksi internet stabil. Kepala sekolah ingin memastikan pemanfaatan teknologi berjalan optimal untuk pembelajaran abad 21.

Langkah pertama yang paling tepat dilakukan kepala sekolah adalah…
A. Menyusun kebijakan wajib penggunaan teknologi untuk semua guru
B. Mengadakan pelatihan internal dan pendampingan praktik digital di kelas
C. Mengontrol setiap guru melalui laporan penggunaan teknologi mingguan
D. Mengundang narasumber eksternal tanpa melibatkan guru dalam perencanaan

Kunci: B
Indikator: Menunjukkan kemampuan profesional dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui pembinaan dan pelatihan.


Soal 3

Dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar, kepala sekolah berencana mengembangkan program “Kelas Inspiratif”. Program ini memberi ruang bagi guru untuk berbagi praktik baik di depan rekan sejawat setiap bulan. Namun, sebagian guru merasa enggan karena khawatir dikritik.

Bagaimana kepala sekolah sebaiknya bersikap agar program ini berjalan efektif?
A. Membuat sistem berbagi sukarela dengan dukungan positif dan reflektif
B. Menugaskan guru berprestasi untuk mengisi sesi tanpa pilihan
C. Memberikan nilai tambahan pada guru yang mau tampil
D. Menjadikan program ini sebagai bagian dari penilaian kinerja

Kunci: A
Indikator: Mampu mengembangkan budaya kolaboratif dan reflektif untuk peningkatan profesional guru.


Soal 4

Kepala sekolah menerima laporan bahwa pembelajaran di kelas tinggi SD cenderung monoton. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah, sementara siswa tampak pasif. Ia ingin mendorong penerapan model pembelajaran aktif.

Tindakan profesional yang paling tepat adalah…
A. Meminta guru membuat laporan RPP dengan model aktif
B. Memberikan teguran kepada guru yang tidak inovatif
C. Menyusun jadwal supervisi akademik dan memberikan umpan balik konstruktif
D. Mengundang pelatih eksternal tanpa observasi awal

Kunci: C
Indikator: Menunjukkan kemampuan melakukan supervisi akademik untuk mendorong pembelajaran aktif.


Soal 5

Sekolah mendapat bantuan dana BOS Kinerja untuk inovasi pembelajaran. Kepala sekolah harus menentukan prioritas penggunaan dana dengan prinsip akuntabilitas. Setelah berdiskusi, tim mengusulkan berbagai program.

Langkah kepala sekolah yang paling tepat untuk menjamin efektivitas penggunaan dana adalah…

A. Memilih program berdasarkan pertimbangan pribadi
B. Melakukan analisis kebutuhan pembelajaran dan menyusun rencana kegiatan berbasis data
C. Membagi dana secara merata ke semua guru agar adil
D. Mengalokasikan dana hanya untuk kegiatan ekstrakurikuler

Kunci: B
Indikator: Mampu mengelola sumber daya sekolah secara efektif dan berbasis data mutu pembelajaran.


Soal 6

Di SMP Harapan Bangsa, kepala sekolah ingin memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka. Namun, sebagian guru masih ragu untuk menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila karena merasa belum memahami cara menilai hasil projek. Kepala sekolah berinisiatif menyusun program pendampingan dengan melibatkan guru yang sudah berpengalaman dari sekolah lain. Setelah pendampingan berlangsung, beberapa guru mulai mencoba, tetapi hasilnya masih belum optimal.

Langkah profesional selanjutnya yang paling tepat bagi kepala sekolah adalah melakukan…
A. Penambahan jam kerja guru untuk mempercepat proses
B. Penegasan aturan wajib pelaksanaan projek di semua kelas
C. Pergantian guru yang belum berhasil melaksanakan projek
D. Evaluasi program pendampingan untuk mengidentifikasi kendala dan tindak lanjut

Kunci: D
Indikator: Mampu mengevaluasi dan mengembangkan program peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.


Soal 7

Kepala sekolah SD Cendekia menyadari bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dasar. Ia melihat bahwa guru masih banyak menggunakan metode konvensional tanpa melibatkan alat peraga konkret. Dalam rapat, kepala sekolah mengajak para guru untuk bersama-sama merancang pembelajaran berbasis eksplorasi dan permainan edukatif. Namun, beberapa guru merasa kegiatan itu membuang waktu karena dianggap kurang efektif.

Bagaimana langkah profesional yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah untuk mengubah pola pikir guru tersebut?
A. Mengganti metode pembelajaran dengan kebijakan resmi sekolah
B. Menegur guru yang menolak perubahan secara tegas
C. Menugaskan guru mengikuti pelatihan eksternal tanpa diskusi
D. Memberikan contoh praktik pembelajaran aktif melalui lesson study

Kunci: D
Indikator: Menunjukkan kemampuan kepala sekolah dalam memfasilitasi perubahan pedagogi melalui contoh nyata dan kolaborasi.


Soal 8

Sebuah SMA negeri berada di wilayah dengan jumlah siswa yang cukup banyak, namun keterlibatan orang tua masih rendah. Kepala sekolah ingin membangun komunikasi yang lebih efektif agar program sekolah mendapat dukungan. Ia kemudian merancang kegiatan “Dialog Orang Tua dan Sekolah” setiap semester, di mana guru menyampaikan perkembangan siswa secara terbuka.

Apa hal paling penting yang perlu diperhatikan kepala sekolah agar kegiatan ini benar-benar bermakna bagi semua pihak?

A. Menyiapkan data dan informasi perkembangan siswa yang akurat dan objektif
B. Menyampaikan program sekolah tanpa membuka ruang tanya jawab
C. Memberikan pujian umum tanpa membahas kendala belajar
D. Menyusun laporan yang hanya menyoroti keberhasilan sekolah

Kunci: A
Indikator: Mampu membangun komunikasi profesional berbasis data dan transparansi dengan pemangku kepentingan.


Soal 9

Kepala sekolah di SMK ingin meningkatkan keterampilan guru produktif dalam menghadapi perkembangan industri 4.0. Ia mengundang praktisi industri untuk memberikan pelatihan, namun dalam pelaksanaannya, guru-guru merasa pelatihan terlalu teoretis dan tidak langsung dapat diterapkan di kelas. Kepala sekolah menyadari perlu ada perbaikan pada tahap perencanaan kegiatan.

Apa yang seharusnya dilakukan kepala sekolah pada perencanaan berikutnya agar kegiatan lebih efektif?
A. Menyerahkan sepenuhnya kepada narasumber untuk menentukan materi
B. Melibatkan guru dalam perencanaan kebutuhan pelatihan agar sesuai konteks sekolah
C. Mengadakan pelatihan dengan durasi lebih panjang agar hasil lebih terasa
D. Mengganti narasumber tanpa meninjau kebutuhan guru

Kunci: B
Indikator: Mampu menyusun program pengembangan profesional guru berdasarkan analisis kebutuhan nyata.


Soal 10

Sebuah sekolah menengah baru saja menerapkan sistem penjaminan mutu internal. Dalam prosesnya, kepala sekolah menemukan bahwa banyak guru belum memahami bagaimana menyusun rencana tindak lanjut dari hasil evaluasi mutu. Kepala sekolah ingin memastikan setiap unit kerja memiliki rencana perbaikan yang konkret dan dapat diukur.

Langkah profesional yang paling tepat dilakukan kepala sekolah adalah…
A. Menyerahkan tanggung jawab penuh kepada tim penjaminan mutu
B. Memberikan teguran bagi guru yang belum membuat rencana
C. Menyusun format baku rencana tindak lanjut dan melatih guru menggunakannya D. Mengumumkan hasil evaluasi tanpa rencana tindak lanjut

Kunci: C
Indikator: Mampu memimpin penerapan sistem penjaminan mutu dengan pendekatan pembinaan dan penguatan kapasitas guru.


Soal 11

Kepala sekolah SMP Pelita Bangsa menyadari bahwa pelaksanaan asesmen formatif di sekolah belum berjalan optimal. Guru cenderung hanya memberikan ulangan tertulis tanpa menindaklanjuti hasilnya dalam bentuk perbaikan pembelajaran. Ia ingin agar asesmen benar-benar digunakan sebagai alat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Langkah profesional yang paling tepat untuk mewujudkan hal tersebut adalah

A. Melakukan pelatihan internal tentang pemanfaatan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran
B. Mengharuskan guru mengumpulkan hasil penilaian setiap minggu
C. Menambah jumlah ulangan agar siswa lebih disiplin belajar
D. Mengadakan rapat rutin hanya untuk membahas nilai akhir siswa

Kunci: A
Indikator: Mampu memimpin penguatan asesmen formatif sebagai sarana refleksi pembelajaran dan peningkatan mutu belajar.


Soal 12

Dalam rapat kerja tahunan, kepala sekolah ingin menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah tentang pentingnya budaya mutu. Namun, ia melihat bahwa sebagian guru masih menganggap kegiatan penjaminan mutu hanya sebagai formalitas administrasi.

Apa pendekatan terbaik agar budaya mutu benar-benar hidup dalam keseharian sekolah?
A. Melibatkan seluruh warga sekolah dalam proses refleksi dan perbaikan berkelanjutan
B. Menugaskan tim mutu saja untuk menangani semua kegiatan
C. Membuat slogan-slogan motivasi di dinding sekolah
D. Memfokuskan kegiatan mutu hanya pada pengawasan dokumen

Kunci: A
Indikator: Mampu menginternalisasi budaya mutu di lingkungan sekolah melalui partisipasi dan refleksi bersama.


Soal 13

Sebuah SD unggulan memiliki banyak program inovatif, namun dokumentasi hasilnya belum teratur. Saat dilakukan audit sekolah, tim pengawas kesulitan menemukan bukti kegiatan secara lengkap. Kepala sekolah merasa perlu memperbaiki sistem administrasi tanpa menambah beban kerja guru.

Apa langkah paling efektif untuk menyelesaikan persoalan tersebut?
A. Menyimpan semua dokumen di ruang kepala sekolah agar lebih aman
B. Meminta setiap guru menyimpan arsip kegiatan masing-masing
C. Mengangkat staf tambahan untuk mencatat semua kegiatan
D. Mengembangkan sistem dokumentasi digital sederhana yang dapat diakses bersama

Kunci: D
Indikator: Mampu mengelola administrasi sekolah secara efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.


Soal 14

Hasil survei lingkungan belajar menunjukkan bahwa siswa merasa kurang nyaman karena guru sering marah di kelas. Kepala sekolah menilai perlu ada pendekatan pembinaan yang membangun kesadaran guru tentang pentingnya iklim kelas yang positif.

Pendidikan

Langkah profesional yang paling tepat bagi kepala sekolah adalah
A. Melakukan supervisi pembelajaran dan memberi umpan balik dengan pendekatan reflektif
B. Memberikan surat peringatan kepada guru yang emosional
C. Mengeluarkan peraturan tertulis tentang larangan marah di kelas
D. Mengundang psikolog untuk menilai kepribadian guru

Kunci: D
Indikator: Mampu menerapkan supervisi akademik berbasis refleksi untuk memperbaiki iklim pembelajaran.


Soal 15

Kepala sekolah SMA Mandiri ingin meningkatkan keterampilan menulis ilmiah di kalangan guru. Ia berencana mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk publikasi. Namun, sebagian guru merasa kegiatan tersebut tidak relevan dengan tugas mengajar.

Bagaimana cara kepala sekolah membangun kesadaran guru akan pentingnya kegiatan ini?
A. Memberikan penghargaan hanya bagi guru yang sudah menulis
B. Menjadikan kegiatan tersebut sebagai syarat penilaian kinerja
C. Menjelaskan manfaat publikasi ilmiah bagi peningkatan profesionalisme dan karier
D. Mengadakan pelatihan tanpa perlu menjelaskan tujuannya

Kunci: C
Indikator: Menunjukkan kemampuan mengembangkan profesionalisme guru berbasis refleksi ilmiah dan pengembangan karier.


Soal 16

Sekolah dasar yang dipimpin oleh Ibu Rini sedang berupaya mengintegrasikan nilai-nilai profil pelajar Pancasila ke dalam kegiatan ekstrakurikuler. Namun, para pembina ekstrakurikuler belum memahami cara menanamkan nilai tersebut secara kontekstual.

Langkah profesional pertama yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah adalah
A. Mengadakan lokakarya integrasi nilai Pancasila dalam kegiatan ekstrakurikuler
B. Membuat panduan tertulis tanpa sosialisasi lebih lanjut
C. Memberikan penilaian langsung terhadap kegiatan siswa
D. Membentuk tim baru untuk mengganti pembina yang belum kompeten

Kunci: A
Indikator: Mampu memimpin penguatan karakter dan nilai-nilai kebangsaan dalam seluruh kegiatan sekolah.


Soal 17

Kepala sekolah SMP di daerah pedesaan menghadapi tantangan dalam penggunaan data digital karena keterbatasan infrastruktur dan kompetensi TIK guru. Namun, pemerintah menugaskan sekolah untuk melaporkan hasil belajar melalui sistem daring.

Pendidikan

Tindakan paling realistis yang menunjukkan profesionalisme kepala sekolah adalah
A. Mengadakan pelatihan internal sederhana dan membagi tugas berdasarkan kemampuan guru
B. Menunda pelaporan sampai fasilitas lengkap
C. Mengalihkan seluruh tugas pelaporan kepada operator sekolah
D. Meminta dispensasi tanpa upaya perbaikan

Kunci: A
Indikator: Mampu mengelola keterbatasan sumber daya dengan solusi adaptif dan kolaboratif.


Soal 18

Dalam kegiatan supervisi, kepala sekolah menemukan bahwa sebagian guru belum memahami cara menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Padahal, kurikulum menuntut kemampuan ini dalam asesmen.

Langkah pembinaan yang tepat dilakukan kepala sekolah adalah
A. Memberikan instrumen penilaian siap pakai kepada guru
B. Mengadakan diskusi kolegial dan praktik penyusunan instrumen asesmen HOTS
C. Mengarahkan guru untuk mengurangi soal analitis
D. Menugaskan guru mengikuti pelatihan tanpa tindak lanjut

Kunci: B
Indikator: Menunjukkan kemampuan membina guru dalam asesmen autentik berbasis keterampilan berpikir tinggi.


Soal 19

Kepala sekolah SMK menerima laporan dari dunia industri bahwa lulusan belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik saat magang. Ia ingin memperbaiki hal tersebut agar reputasi sekolah meningkat.

Langkah strategis pertama yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah adalah
A. Melakukan koordinasi dengan guru produktif untuk meninjau kurikulum dan menambah pelatihan soft skill
B. Meminta industri memperpanjang masa magang
C. Menilai ulang siswa berdasarkan hasil laporan industri
D. Mengurangi jumlah siswa yang dikirim magang

Kunci: A
Indikator: Mampu menyesuaikan kurikulum dan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja secara profesional.


Soal 20

Kepala sekolah SMP Pertiwi berencana mengajukan sekolahnya sebagai sekolah penggerak. Namun, ia ingin memastikan seluruh guru memahami konsep transformasi pembelajaran terlebih dahulu. Dalam rapat awal, guru tampak antusias, tetapi belum memiliki pemahaman mendalam tentang langkah konkret implementasinya.

Pendidikan

Langkah paling tepat bagi kepala sekolah untuk memantapkan kesiapan guru adalah
A. Menyusun roadmap sekolah penggerak dan melakukan lokakarya pendalaman visi bersama guru
B. Mengajukan proposal terlebih dahulu agar sekolah segera ditetapkan
C. Menyerahkan perencanaan kepada tim kecil tanpa pelibatan guru
D. Mengadakan lomba inovasi pembelajaran tanpa panduan konsep

Kunci: A
Indikator: Mampu memimpin transformasi pembelajaran melalui visi strategis dan pelibatan seluruh warga sekolah.


Soal 21

Seorang kepala sekolah berencana memperkuat budaya refleksi di lingkungan kerjanya. Ia menyadari bahwa selama ini rapat guru hanya berfokus pada administrasi dan laporan kegiatan. Ia kemudian mencoba mengganti sebagian agenda rapat dengan sesi berbagi praktik baik pembelajaran. Meskipun awalnya antusias, sebagian guru mulai kehilangan semangat karena merasa waktu kegiatan cukup lama dan tidak terstruktur.

Langkah profesional yang paling tepat untuk memperbaiki kegiatan tersebut adalah
A. Menghentikan kegiatan karena dianggap kurang efektif
B. Menyusun panduan dan format refleksi agar kegiatan lebih terarah dan efisien
C. Mengubah kegiatan menjadi forum evaluasi rutin saja
D. Membatasi peserta hanya guru yang berprestasi

Kunci: B
Indikator: Mampu mengembangkan budaya reflektif yang terstruktur untuk peningkatan mutu pembelajaran.


Soal 22

Dalam beberapa bulan terakhir, kepala sekolah menerima laporan bahwa kehadiran guru mulai menurun, terutama pada jam pertama. Setelah melakukan observasi, ternyata sebagian guru memiliki beban administratif yang cukup tinggi. Kepala sekolah ingin menegakkan kedisiplinan, namun tetap mempertimbangkan kesejahteraan dan beban kerja guru.

Tindakan profesional yang sebaiknya diambil adalah
A. Melakukan dialog terbuka untuk mencari solusi dan menyeimbangkan beban kerja guru
B. Memberlakukan sanksi tertulis bagi guru yang sering terlambat
C. Menambah jam pelaporan agar disiplin guru meningkat
D. Mengabaikan situasi karena masalahnya bersifat pribadi

Kunci: A
Indikator: Menunjukkan kemampuan mengelola sumber daya manusia dengan pendekatan empatik dan solutif.


Soal 23

Kepala sekolah mengamati bahwa hasil belajar siswa tidak meningkat meskipun sarana dan fasilitas belajar sudah lengkap. Setelah meninjau RPP dan hasil supervisi, ia menemukan bahwa sebagian guru belum menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Pendidikan

Langkah profesional pertama yang paling tepat dilakukan kepala sekolah adalah
A. Membuat laporan ke dinas tanpa memberi pembinaan
B. Menugaskan guru mengikuti pelatihan eksternal tanpa tindak lanjut
C. Mengadakan kegiatan lesson study untuk mendorong perbaikan praktik mengajar
D. Mengganti metode pembelajaran dengan kebijakan tunggal sekolah

Kunci: C
Indikator: Mampu melakukan pembinaan guru berbasis kolaborasi dan refleksi terhadap praktik pembelajaran.


Soal 24

Seorang kepala sekolah menghadapi kendala dalam mengelola hubungan antara guru senior dan guru muda. Guru senior merasa pengalaman mereka kurang dihargai, sementara guru muda merasa ide-ide inovatifnya tidak diterima. Ketegangan ini mulai memengaruhi suasana kerja.

Langkah profesional yang paling tepat untuk dilakukan kepala sekolah adalah
A. Menyelenggarakan forum kolaboratif untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi
B. Memberikan penugasan tambahan kepada guru muda
C. Menyusun aturan baru agar guru senior lebih dominan
D. Menghindari pembicaraan tentang perbedaan pandangan

Kunci: A
Indikator: Mampu membangun iklim kerja kolaboratif yang menghargai pengalaman dan inovasi.


Soal 25

Kepala sekolah berupaya memperkuat pendidikan karakter di sekolahnya. Ia telah mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran, namun belum terlihat dampak nyata dalam perilaku siswa. Guru-guru merasa kesulitan menanamkan nilai secara konsisten karena belum ada panduan yang jelas.

Tindakan profesional yang paling tepat dilakukan kepala sekolah adalah
A. Menegur siswa yang melanggar aturan secara terbuka
B. Menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada guru BK
C. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan tambahan tanpa evaluasi
D. Menyusun panduan implementasi pendidikan karakter dan melakukan pembinaan rutin

Kunci: D

Indikator: Mampu merancang kebijakan dan sistem pembinaan karakter yang terintegrasi dan berkelanjutan.


Soal 26

Kepala sekolah sedang berusaha mengembangkan sistem mentoring bagi guru baru agar dapat beradaptasi dengan budaya kerja sekolah. Namun, guru senior merasa tugas ini menambah beban kerja mereka.

Langkah profesional yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah adalah
A. Memberikan penghargaan dan dukungan khusus kepada guru senior sebagai mentor
B. Menugaskan guru baru untuk belajar mandiri tanpa pendampingan
C. Membatasi program hanya untuk sebagian guru
D. Menghapus kegiatan mentoring karena tidak efektif

Kunci: A
Indikator: Menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan sistem pembinaan guru baru secara profesional dan kolaboratif.


Soal 27

Dalam upaya memperbaiki hasil belajar, kepala sekolah ingin mendorong guru agar lebih menggunakan data hasil asesmen diagnostik. Namun, sebagian guru merasa data tersebut tidak terlalu penting karena siswa dianggap sudah mampu.

Langkah pertama yang paling tepat diambil kepala sekolah adalah
A. Meminta laporan asesmen tanpa tindak lanjut pembelajaran
B. Menegur guru yang tidak menggunakan data dalam perencanaan pembelajaran
C. Menghapus kewajiban asesmen diagnostik agar tidak menambah beban guru
D. Melakukan pelatihan internal tentang analisis dan pemanfaatan data asesmen

Kunci: D
Indikator: Mampu mengarahkan guru untuk menggunakan data asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran.


Soal 28

Kepala sekolah menemukan bahwa komunikasi antara guru dan tenaga kependidikan kurang harmonis. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan beberapa program sekolah. Ia menyadari perlu membangun sinergi yang lebih baik di antara keduanya.

Tindakan profesional yang paling tepat dilakukan kepala sekolah adalah
A. Mengadakan pertemuan rutin lintas fungsi untuk membangun komunikasi dan koordinasi
B. Memberi sanksi kepada tenaga kependidikan yang dianggap lambat
C. Menyusun struktur kerja baru tanpa melibatkan pihak terkait
D. Menghindari pembahasan konflik agar situasi tetap tenang

Kunci: A
Indikator: Mampu membangun komunikasi dan kolaborasi lintas peran dalam organisasi sekolah.


Soal 29

Kepala sekolah sedang menyiapkan akreditasi dan ingin memastikan seluruh dokumen serta data kegiatan sudah lengkap. Namun, ia tidak ingin proses ini hanya bersifat administratif. Ia ingin akreditasi menjadi momentum peningkatan mutu yang nyata.

Langkah profesional yang sebaiknya dilakukan kepala sekolah adalah
A. Menjadikan proses akreditasi sebagai refleksi mutu dan perbaikan berkelanjutan
B. Memerintahkan guru untuk segera melengkapi berkas tanpa pembahasan
C. Memusatkan seluruh dokumen di ruang kerja kepala sekolah
D. Menyewa tim luar agar laporan cepat selesai

Kunci: A

Indikator: Mampu mengelola akreditasi sebagai sarana peningkatan mutu berkelanjutan, bukan sekadar administratif.


Soal 30

Kepala sekolah ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program pendidikan. Selama ini, kerja sama dengan komite sekolah berjalan formal tanpa kegiatan konkret. Ia ingin menciptakan hubungan yang lebih bermakna dan kolaboratif.

Langkah profesional yang paling tepat untuk dilakukan adalah
A. Membatasi peran komite agar tidak mengganggu kebijakan sekolah
B. Menugaskan komite sekolah untuk mencari dana tambahan
C. Mengadakan rapat formal tanpa melibatkan masyarakat luas
D. Mengundang komite sekolah dalam perencanaan program dan pelaksanaan kegiatan nyata

Kunci: D
Indikator: Mampu membangun kemitraan strategis antara sekolah dan masyarakat untuk mendukung mutu pendidikan.


Contoh Soal Esai Seleksi BCKS

Soal 1: Kompetensi Manajerial & Supervisi

"Sekolah Anda menerima banyak keluhan dari orang tua siswa mengenai rendahnya kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa guru senior. Guru-guru tersebut terkesan enggan menggunakan teknologi dan metode pembelajaran aktif. Sebagai kepala sekolah yang baru, langkah-langkah konkret apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi masalah tersebut tanpa menimbulkan konflik internal?"

Jawaban Soal 1 (Manajerial/Supervisi):

Pendekatan Personal: Mengadakan pertemuan individual dengan guru senior untuk mendengar kendala mereka (empati) dan memotivasi tanpa menggurui.

Supervisi Akademik Berbasis Coaching: Melakukan supervisi yang bertujuan membimbing, bukan mencari kesalahan.

Mentoring Sebaya: Memasangkan guru senior dengan guru muda yang fasih teknologi (peer coaching).

Pelatihan Terfokus: Mengadakan workshop internal yang praktis dan aplikatif.

Apresiasi: Memberikan penghargaan kecil bagi guru yang mulai menunjukkan perubahan positif.


Soal 2: Kompetensi Sosial & Kepribadian

"Di sekolah Anda terdapat dua kelompok guru yang berbeda pandangan mengenai penerapan kurikulum baru. Hal ini mengakibatkan suasana kerja menjadi tidak kondusif dan menghambat kolaborasi. Bagaimana strategi Anda untuk menyatukan perbedaan pandangan tersebut demi tercapainya tujuan sekolah?"

Jawaban Soal 2 (Sosial/Kepribadian):

Dialog Terbuka (Mediasi): Mengadakan pertemuan bersama dalam suasana santai untuk mengidentifikasi akar permasalahan.

Fokus pada Visi Bersama: Mengingatkan kembali bahwa tujuan utama adalah kepentingan peserta didik, bukan ego kelompok.

Tim Kerja Kolaboratif: Membentuk tim kurikulum yang anggotanya campuran dari kedua kelompok tersebut.

Tegas pada Aturan: Menegaskan aturan perilaku profesional di sekolah namun tetap persuasif.


Soal 3: Kewirausahaan & Inovasi

"Sekolah Anda terletak di lingkungan ekonomi menengah ke bawah, namun memiliki potensi lahan kosong yang cukup luas. Bagaimana upaya Anda memberdayakan potensi tersebut sebagai salah satu sumber belajar siswa sekaligus upaya kewirausahaan sekolah?"

Jawaban Soal 3 (Kewirausahaan):

Analisis Potensi: Melibatkan guru dan komite untuk memetakan apa yang bisa ditanam atau dibuat.

Program Berbasis Lingkungan (Adiwiyata): Menjadikan lahan tersebut sebagai apotek hidup atau kebun hidroponik.

Integrasi Kurikulum: Menggunakan lahan tersebut sebagai tempat praktik mata pelajaran IPA, Prakarya, atau Kewirausahaan.

Pemasaran Hasil: Hasil kebun dijual kepada warga sekolah atau masyarakat sekitar, hasilnya masuk kas sekolah untuk pengembangan pembelajaran.


Tips Menjawab Soal Esai BCKS:

Gunakan Metode STAR: Situation (Situasi), Task (Tugas), Action (Tindakan Anda), Result (Hasil yang diharapkan).

Berorientasi pada Siswa: Pastikan setiap solusi berpusat pada kepentingan peserta didik.

Visioner dan Realistis: Jawaban harus menunjukkan inovasi tapi bisa diterapkan.

Tunjukkan Level 4-5: Jawaban menunjukkan kemampuan evaluasi, tindak lanjut, mengkoordinasikan, dan menggerakkan.

 


PANDUAN MATA PELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

 


Panduan Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka adalah dokumen resmi yang disusun oleh Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen).

Dokumen ini berfungsi sebagai acuan utama bagi pendidik dalam memahami tujuan pembelajaran, materi esensial, serta strategi pengajaran yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Panduan ini dirancang untuk memberikan keleluasaan bagi guru dalam mengembangkan materi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, tanpa menghilangkan standar kompetensi yang harus dicapai.
 
Secara umum, panduan ini memuat:
 
- Tujuan Pembelajaran: Capaan yang diharapkan dapat diraih oleh peserta didik.
- Materi Esensial: Pokok-pokok materi yang wajib diajarkan.
- Ruang Lingkup: Batasan materi yang sesuai dengan fase atau jenjang pendidikan.
- Pemahaman Bermakna: Konsep-konsep penting yang harus dipahami siswa secara mendalam.
 
Dokumen ini menjadi landasan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih fleksibel, berpusat pada siswa, dan tetap menjaga kualitas standar nasional pendidikan.

Berikut Link Panduan Selengkapnya. Silahkan klik disini 
Bisa Juga Melalui Link ini

Semoga bermanfaat. 



Tumbuhkan Iman dan Karakter Sejak Dini, UPTD SD Inpres Kabubu Gelar Pesantren Kilat Penuh Makna


Sdikabubu.sc.id
– Dalam upaya menanamkan nilai keimanan, membentuk karakter mulia, serta memotivasi prestasi belajar siswa, UPTD SD Inpres Kabubu menggelar kegiatan Pesantren Kilat selama tiga hari, mulai Selasa (3/3/2026) hingga Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias sebagai bagian dari pembinaan spiritual di lingkungan sekolah.


Mengusung tema “Beriman, Berkarakter, Berprestasi,” Pesantren Kilat tahun ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh para guru dan pembimbing, siswa diajak untuk lebih memahami pentingnya akhlak mulia, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.



Selama kegiatan berlangsung, para siswa mendapatkan pembinaan berupa penguatan nilai-nilai akhlak, pembiasaan ibadah, serta pemahaman tentang pentingnya menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang santun, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.


Tidak hanya berisi materi keagamaan, Pesantren Kilat juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan yang bertujuan menggali potensi dan kemampuan siswa. Untuk siswa kelas rendah, lomba yang digelar meliputi hafalan doa sehari-hari serta hafalan surah-surah pendek. Sementara itu, siswa kelas tinggi mengikuti lomba hafalan surah pendek Al-Qur’an yang menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus melatih keberanian dan rasa percaya diri.



Kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial yang penuh kepedulian. Pihak sekolah bersama siswa melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk pembelajaran tentang pentingnya berbagi dan menumbuhkan rasa empati kepada sesama.
Selain itu, sekolah juga memberikan santunan berupa paket sembako kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban keluarga, sehingga para siswa tetap semangat dalam menempuh pendidikan.


Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya semakin meningkat keimanannya, tetapi juga mampu membangun karakter yang kuat serta memiliki motivasi tinggi untuk meraih prestasi di masa depan. Program ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (Mr.Kn23)

Kabupaten Mamuju Tengah Ukir Prestasi di Ajang Apresiasi GTK Provinsi Sulawesi Barat 2025

Sdikabubu.sch.id – Semangat membara dan dedikasi tak kenal lelah dari para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kabupaten Mamuju Tengah kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Ajang Apresiasi GTK Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025, yang diselenggarakan di D'Maleo Hotel and Convention Mamuju, menjadi saksi bisu atas prestasi gemilang yang diraih oleh putra-putri terbaik Bumi Lalla Tassisara.





Keberhasilan ini bukan hanya sekadar deretan nama dan angka, tetapi cerminan dari komitmen kuat untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Mamuju Tengah. Setiap gelar juara adalah bukti nyata dari inovasi, kreativitas, dan pengabdian yang tulus dari para GTK dalam mendidik dan membimbing generasi penerus bangsa.





Berikut adalah daftar para pahlawan pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah yang berhasil meraih prestasi di ajang Apresiasi GTK Tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2025

Nama Kategori Peringkat 
1. Siti Laelatun, S.Pd Kepala TK Transformatif Juara 1 
2. Jusmi Reali, S.Pd., M.Pd Kepala SMP Transformatif Juara 1 
3. Dedi Nurpiawan, S.Pd., Gr Kepala SD Transformatif Juara 1 
4. Erwin Makmur, S.Pd., Gr Kepala SMP Dedikatif Juara 1 
5. Faridah Daeng Tulung, S.Pd Pelopor Kombel Guru TK/PAUD Juara 2 
6. Hj. Nurmayanti, S.Pd Pelopor Kombel Pengawas Juara 2 
7. Pendi, S.Pd., Gr Kepala SD Dedikatif Juara 2 
8. Sanusi, S.Pd., M.Pd Pengawas Dikdas Dedikatif Juara 2 
9. A. Tenri Tungka, S.Pd., M.Pd Guru SD Dedikatif Juara 3 
10. Kalman, S.Pd., M.Pd Pelopor Kombel Kepala Satuan Pendidikan Juara 3 
11. Sudirman U, S.Pd., M.Pd Pengawas Dikdas Transformatif Juara 3 
12. Wildasari Hastutiana, S.Pd Pelopor Kombel Guru Dikdas Juara 3 


"Prestasi yang diraih oleh para GTK Kabupaten Mamuju Tengah ini adalah inspirasi bagi kita semua. Ini adalah bukti bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan inovasi, kita dapat mencapai hasil yang luar biasa,"



Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh GTK di Kabupaten Mamuju Tengah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, dan menghasilkan generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Mari teruskan perjuangan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Bumi Lalla Tassisara (Mr.Kn23)